Minggu, 26 Maret 2017

Review Tokoh dalam Novel Rindu



Saya adalah salah satu penggemar novel karya Tere Liye, dan novel yang say abaca yaitu berjudul “Rindu”. Sangat menarik bagi saya ketika melihat judulnya karena bagi saya begitu banyak makna dalam kata Rindu itu sendiri.
Disini saya akan memperkenalkan tokoh-tokoh yang ada pada novel Rindu. Sebelumnya dapat disimak sinopsis dari Novel Rindu :

Apalah arti memiliki, ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami?
Apalah arti kehilangan, ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apapun?
Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? Dan tak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu? Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja.”

Dari sinopsis diatas begitu indahnya kata-kata yang dirangkai oleh sang penulis yaitu Tere Liye.
Dan berikut adalah tokoh- tokoh yang ada pada Novel Rindu :

1.      Keluarga Daeng Andipati yaitu ada Istri Daeng Andipati, kedua anaknya yang bernama Anna dan Elsa, dan juga asisten rumah tangga Daeng Andipati. Daeng Andipati adalah seorang pedagang kaya dan juga seorang ayah dan juga suami yang baik.
2.      Ambo Uleng yaitu seorang pelaut yang hampir seluruh hidupnya dihabiskan di atas lautan. Ambo Uleng secara fisik memang terlihat kuat namun di dalam hatinya dia rapuh.
3.      Bonda Upe dan Suaminya. Bonda Upe adalah wanita keturunan Cina muslim, di dalam novel ini Bonda Upe menjadi guru mengaji anak-anak di Kapal Blitar Holland.
4.      Gurutta Ahmad Karaeng yaitu seorang Ulama tersohor dari Makassar.
5.      Kapten Phillip yaitu nahkoda Kapal Blitar Holland yang bijak.
6.      Kakek dan Nenek Slamet yang memiliki cinta sejati
Diatas adalah tokoh-tokoh yang ada pada Novel Rindu dengan berbagai masa lalu dan juga memiliki cerita yang menarik.

Beauty and The Beast






Baru-baru ini ada salah satu film dari Disney yaitu “Beauty and The Beast” yang diangkat dari versi kartun menjadi live action. Pemainnya pun cantik-cantik dan juga tampan. Untuk pemain Belle(Beauty) sendiri di perankan oleh Emma Watson dan untuk pemain (Beast dan juga pangeran) diperankan oleh Dan stevens yang tampan.
Menurut saya film ini sangat bagus karena ada musikalisasi di dalamnya. Jalan ceritanya pun juga menarik.
Dalam film ini diceritakan seorang pangeran yang mendapatkan kutukan dari seorang penyihir menjadi “Beast” yaitu makhluk buruk rupa, dan jika setiap kelopak bunga mawar yang jatuh maka kutukan itu semakin menjadi-jadi dan jika kelopak terakhir bungan mawar itu jatuhdan belum ada seorang wanita yang mencintainya maka kutukan itu akan menjadi selamanya.

Di sebuah desa kecil hiduplah seorang ayah dan gadis cantik yang bernama Belle, dia berbeda dengan gadis lain yang ada disana karen dia suka membaca buku. Suatu hari ayah Belle ingin pergi dan dalam perjalanan tiba-tiba ada petir yang menyambar pohon, ayah Belle kemudian melanjutkan perjalanan dan sampai di istana tempat “Beast” berada. Setelah masuk ke istana dan tidak menemukan orang disana lalu ayah Belle memutuskan untuk pulang, sebelum pulang ayah Belle memetik bunga mawar yang ada di sana untuk dia berikan kepada Belle.
Namun saat ingin mengambil mawar itu datanglah Beast yang menuduh ayah Belle sebagai seorang pencuri dan ayah belle kemudian di tahan di dalam istana. Saat ayah Belle ditangkap kuda milik ayah belle pulang dan Belle pun khawatir karena ayahnya tidak ikut bersama dengan kudanya. Dan Belle pun menuju ke istana itu dengan kuda milik ayahnya. Sesampainya di istana Belle bertemu dengan ayah dan juga Beast dan menggantikan ayanhnya yang ditahan.
Saat itu juga Belle melihat bahwa benda-benda yang ada disana bisa berbicara. Ayah Belle pun kembali ke desanya untuk meminta bantuan namun tidak ada yang mempercayainya. Hanya Gaston salah satu lelaki yang tertarik pada  Belle mau membantu namun juga dengan keraguan tentang adanya “Beast”. Saat diperjalanan menuju istana, pohon yang disambar petir sudah tidak ada, ayah Belle pun bingung dan Gaston pun marah lalu mengikat ayah Belle di bawah pohon, pagi harinya ayah Belle diselamatkan oleh seorang wanita dan dibawa ke desanya.

Di istana Belle mulai akrab dengan Beast, dan diam-diam Beast pun mulai suka kepada Belle. Singkat cerita saat Belle ingin melihat ayahnya dari cermin ajaib milik Beast ternyata ayahnya sedang dalam bahaya, Beastpun mengizinkan Belle untuk kembali ke desanya menolong ayahnya. Beast pun berharap Belle akan kembali. Tapi ternyata bukan Belle yang datang malah para penduduk desa yang ingin menangkap Beast datang.
Belle pun kembali ke istana untuk menghentian penduduk desa yang ingin menangkap Beast. Dan saat itu kelopak terakhir bunga mawar pun jatuh benda-benda yang tadinya bisa berbicara pun berhenti. Lalu saat itu Belle mengatakan bahwa dia mencintai “Beast”. Kutukan itu pun akhirnya berakhir, Beast pun berubah menjadi pangeran yang sangat tampan. Dan akhirnya mereka hidup bahagia.
Demikian singkat cerita dari film Beauty and The Beast yang saya tonton, kalau ada jalan cerita yang kurang sesuai mohon dimaafkan hehe…

Goes to Bandung



Bulan desember 2015 lalu saya dan dua teman saya pergi ke Bandung, kali ini saya dan temansaya naik kereta api karena ingin merasakan pemandangan yang indah dari dalam kereta. Saya dan teman saya berangkat dari Stasiun Gambir sekitar pukul 3 sore kemudian sampai di Stasiun Bandung pukul 6.15.
Sesampainya di Bandung saya dan teman saya menuju ke Alun-alun Bandung dengan menggunakan taksi. Sesampainya di alun-alun bandung kami berfoto untuk mengabadikan momen. Kamipun merasa lapar kemudian kami mencari makan dengan mengelilingi sekitar alun-alun dimana disana banyak jajanan malam yang enak pastinya.

Setelah makan saya menuju tempat kost teman saya yaitu dekat dengan Universitas Padjajaran untuk menginap sampai esok pagi. Esok paginya saya dan teman saya pun berpamitan untuk melanjutkan perjalanan. Pagi itu saya dan teman saya berencana ke Gedung Sate kamipun berjalan menuju Gedung Sate dan sarapan bubur di sekitar Gedung Sate.
Kemudian saya dan teman saya naik angkutan umum ke lembang untuk menuju Taman Bunga Begonia. Saya dan teman saya ke taman Bunga Begonia dengan naik delman setelah turun dari angkutan umum. Sampai di Taman Bunga Begonia kami disuguhi pemandangan bunga yang indah dan berbagai jenis bunga yang ada disana. Kamipun mengabadikan momen dengan berfoto-foto disana.

Dari Taman Bunga Begonia saya dan teman saya menuju ke Floating Market Lembang, saya baru pertama kali berkunjung kesana, dan disana unik sekali yaitu para pedagang berjualan diatas air menggunakan perahu. Jika kita ingin membeli makanan disana kita harus menukarkan uang kita dengan koin untuk transaksi disana. Koinnya seperti ini :
Selesai dari Taman Bunga Begonia, kami ingin menuju De Ranch tapi saat itu hari senin dan kebetulan sekali pada hari senin De Ranch tutup. Lalu kami memutuskan langsung menuju Lawang Wangi yang berada di daerah Dago, kami kesana naik taksi yang dipesan secara online. Kami merasa beruntung karena supir taksinya sangat ramah dan juga baik.
Sampai di Lawang Wangi ternyata juga tutup di hari senin, saya dan teman sayapun merasa kecewa karena sudah jauh-jauh kesana tapi tutup. Akhirnya saya dan teman saya hanya berfoto disekitarnya saja yang pemandangannya tidak kalah bagus. Sebenarnya Lawang Wangi ada;ah sebuah Restaurant dan juga tempat untuk pameran karya seni. Untuk restaurant terdapat di lantai dua dengan pemandangan yang sangat indah.

Setelah berfoto saya dan teman saya memutuskan menuju terminal saja untuk kembali ke Jakarta, tetapi saat di pintu masuk ada seorang perempuan yang sepertinya adalah Supervisor di Lwang wangi dan kamipun mengobrol kemudian mengatakan bahwa kami ingin sekali masuk dan ternyata kami mendapat kesempatan yang langka yaitu kami diperbolehkan masuk untuk berfoto, sayapun merasa sangat senang. Dan kamipun berfoto di area tempat pameran karya seni dan juga di lantai dua dengan pemandangan yang sangat indah.
Puas dengan berkunjung ke Bandung saya dan teman saya menuju terminal bis untuk kembali ke Jakarta. Saat itu Bandung diguyur hujan dan cuacanya menjadi sangat dingin. Saya sampai di Jakarta sekitar pukul 9 malam. Dan itu merupakan perjalanan ke Bandung yang penuh dengn cerita menarik.








Ice skating



Bermain ice skating adalah hal yang tidak mudah karena kita harus berani jatuh terlebih dahulu agar bisa lancar berseluncur di atas es.
Saya penasaran ingin merasakan main ice sakting, saya ingin merasakan bagaimana rasanya berseluncur diatas es menggunakan sepatu khusus, karena kalau saya lihat di televisi terasa mudah sekali melakukannya.

Saya dan teman-teman memutuskan untuk pergi ke salah satu mall di Jakarta Barat dimana disana terdapat wahana permainan Ice Skating.
Tidak banyak persiapan yang saya lakukan untuk melakukan ice skating, saya hanya menyiapkan kaos kaki dan juga sarung tangan karena di area ice skating dingin.
Setelah sampai di tempat ice skating saya memakai sepatu yang telah disediakan disana sebelumnya kaki kita harus diukur untuk tahu ukuran sepatu kita.

Kemudian saya dan teman-teman memulai untuk bermain. Setelah kita berada di dalam area ice skating ternyata untuk berdiri di atas es dengan menggunakan sepatu khusus ice skating tidaklah mudah seperti yang saya lihat di televisi, rasanya licin dan ingin terjatuh.
Sayapun belajar dari orang-orang disekitar yang sudah pandai bermain, ternyata kita harus menjaga keseimbangan dan juga berjalan seperti berjalalan biasa. Lalu saya mencoba perlahan meskipun masih takut, dan ternyata saya bisa melakukannya.
Saya berjalan lebih jauh lagi untuk bisa lancar bermain ice skating. Dan ternyata saya dan teman-teman saya sudah bisa meskipun tidak sehandal para atlet ice skating.


Pengalaman Magang di Bank Indonesia



Bulan November sampai bulan Desember tahun 2016 lalu saya melaksanakan magang di Bank Indonesia. Tepatnya saya ditempatkan di bagian Bank Indonesia Institute. Awalnya saya belum tau mengenai Bank Indonesia Institute karena jujur saya baru tau, dan di Bank Indonesia Institute itu adalah tempat pelatihan para pegawai Bank Indonesia itu sendiri.
Magang di Bank Indonesia adalah suatu pengalaman yang luar biasa bagi saya karena banyak sekali pengetahuan, pengalaman dan teman-teman baru yang saya dapatkan selama magang disana. Dan pegawai-pegawai disana sangat ramah dan juga baik.
Magang di Bank Indonesia Institute tentunya menjadi hal baru bagi saya karena selama magang selain mencatat surat masuk, surat keluar, membuat warkat, saya harus menjadi fasilitator saat ada pelatihan dan itu menjadi pengalaman yang tidak bisa terlupakan, karena selain kita menjadi fasilitator kita bisa menambah ilmu dari materi yang disampaikan pembicara.